Tanpa sengaja saya menemukan video ini, sebuah film pendek karya Radian "Jawa" Kanugroho. Judulnya "Lupakan" ("forget it").
Ada dua hal yang saya suka dari film ini.
Pertama, karena keseluruhan adegan dalam film ini berlatar belakang di stasiun kereta. Ya ya, sudah berapa kali saya katakan, saya jatuh cinta pada hal-hal yang berhubungan dengan kereta. Saya suka suasananya, saya suka dengan aktivitas yang dilakukan orang-orang saat menunggu datangnya kereta, dan berada di dalam kereta. Sungguh beragam.
Kedua, mari menginterpretasi makna dari film ini. Oke, jujur saja secara instan hal pertama yang keluar di kepala saya ketika melihat film ini adalah cinta. Sebelum akhirnya saya membaca untuk siapa film ini didedikasikan. Ternyata, film ini tidak sebatas menyampaikan pesan tentang cinta, tapi lebih luas lagi, menurut saya tentang semua hal, tentang pilihan-pilihan yang kita ambil. Tentang mengingat, mempertahankan, atau melupakan. Ya, semua itu seutuhnya merupakan pilihan kita sendiri. Suatu pilihan dipilih bukan hanya sekadar untuk dipilih, tapi untuk dijalani. Sampai kapan dan sejauh apa kita menjalaninya, itu juga suatu pilihan. Melupakan seseorang atau sesuatu bukanlah suatu takdir yang muncul tiba-tiba, terkecuali jika kau terkena semacam amnesia. Lebih dari itu, kita yang memilih, melupakan atau tidak melupakan. Mungkin, film ini ingin menyampaikan kalau manusia memiliki kuasa untuk mengatur dirinya sendiri, terutama apa yang dipikirkan dan dilakukannya.
Setidaknya itulah pendapat saya tentang film ini. Bagaimana dengan pendapat kalian?
Hidup film independen!
DWS
Dengan sedikit rasa kaget, sedikit banyak rasa bangga dan banyak rasa kagum saya membaca blog ini. Dengan tata bahasa apapun anda menginterpretasikannya, anda bisa mengerti apa yang ada di kepala saya ketika membaca film ini.
ReplyDeleteKereta, rel kereta, stasiun dan manusia adalah sepaket tentang waktu dan jalan hidup manusia. Sisanya, biarlah penonton yang menginterpretasikan apa yang ia lihat di film ini.
Demikian, dengan rasa bangga, Salam,
Radian "Jawa" Kanugroho. :)
pertanyaannya, knp harus kaget?
ReplyDeleteWow.. saya juga kaget sekaligus senang karena dapat tanggapan langsung dari empunya film :)
sukses selalu untuk film-film selanjutnya!
Salah satu kesuksesan sebuah karya adalah mendapatkan banyak interpretasi dan kritik dari berbagai kalangan pihak.
ReplyDeleteSalam dari kami, jurnalsegiempat.
http://jurnalsegiempat.blogspot.com/2011/02/lupakan-cerita-hambar-yang-dirumit.html